Does Sugar Make Alcohol Stronger? The Science Explained

Saat meminum koktail manis, terkadang terlintas, apakah gula dalam minuman benar-benar membuat alkoholnya lebih kuat? Meskipun gula dapat mengubah rasa alkohol dan bahkan cara tubuh meresponsnya, secara teknis gula tidak meningkatkan kadar alkoholnya. 

Sebaliknya, gula memainkan peran yang berbeda: ia menyamarkan rasa pahit, mengubah seberapa cepat Anda merasakan efeknya, dan bahkan dapat mempengaruhi dampak kesehatan dari minuman. Untuk memahaminya, kita akan menjawab pertanyaan Anda, apakah gula membuat alkohol lebih kuat dan apa efeknya pada tubuh kita. Mari kita pelajari lebih lanjut di sini!

Memahami Kandungan Alkohol dan Peran Gula di Dalamnya

Pertama-tama, apa yang dimaksud dengan “kekuatan alkohol”? Di sinilah ABV (Alcohol by Volume) berperan, yaitu persentase etanol dalam minuman. Semakin tinggi ABV, semakin tinggi kandungan alkoholnya. 

Jadi jenis minuman dan ABV-nya secara fundamental menentukan seberapa kuat minuman tersebut, terlepas dari tingkat kemanisannya.

Sekarang, Anda mungkin berpikir bahwa menambahkan gula, terutama dalam koktail, dapat meningkatkan kadarnya. Namun, gula sendiri tidak mengandung etanol, jadi tidak meningkatkan ABV. 

Gula menambah kalori dan mempengaruhi rasa, tetapi tidak mempengaruhi kadar alkohol sebenarnya saat ditambahkan setelah fermentasi. Singkatnya, gula dapat membuat minuman terasa berbeda, tetapi tidak membuatnya lebih kuat dalam hal kadar alkohol.

Apakah Gula Benar-Benar Membuat Alkohol Lebih Kuat?

Ketika gula ditambahkan setelah fermentasi, seperti dalam koktail manis atau anggur dessert, hal ini tidak meningkatkan kadar alkohol. Kadar alkohol (ABV) ditentukan selama fermentasi dan tidak akan berubah meskipun gula ditambahkan kemudian.  

Menariknya, gula mungkin memperlambat seberapa cepat alkohol masuk ke aliran darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa gula menunda penyerapan, sehingga minuman yang dicampur dengan gula mungkin menyebabkan peningkatan kadar alkohol dalam darah yang lebih lambat dibandingkan dengan alternatif tanpa gula.

Disisi lain, beberapa eksperimen menunjukkan bahwa campuran tanpa gula mungkin menyebabkan penyerapan alkohol lebih cepat. Studi Marczinski meminta sukarelawan untuk minum vodka dengan lemonade biasa, lemonade diet, dan plasebo.  

Mereka yang minum campuran tanpa gula menunjukkan konsentrasi alkohol napas (BrAC) 18% lebih tinggi daripada yang minum campuran ber gula. Ketidakhadiran gula memungkinkan alkohol masuk ke aliran darah lebih cepat, membuat Anda merasa mabuk lebih cepat.

Mengapa Hal Ini Terjadi: Penjelasan Ilmiah

Ketika minuman mengandung gula, sebenarnya hal itu memperlambat proses pada perut Anda. Gula membuat cairan menjadi sedikit “lebih berat,” sehingga alkohol membutuhkan waktu lebih lama untuk berpindah ke usus halus, tempat tubuh Anda mulai menyerapnya.

Namun, jika tidak ada gula dalam minuman, alkohol akan lebih cepat berpindah dari perut ke usus halus. Artinya, alkohol akan diserap ke dalam aliran darah lebih cepat, yang dapat membuat Anda merasa mabuk lebih cepat, meskipun kandungan alkohol sebenarnya dalam minuman tersebut tidak berubah sama sekali. 

Dampak Minuman Beralkohol Manis terhadap Tubuh

Koktail manis mungkin terasa lezat dan meriah, tetapi ketika Anda mencampurkan alkohol dengan banyak gula, dampaknya pada tubuh Anda bisa jauh lebih keras. 

Minuman seperti piña coladas, mojitos, atau mai tais seringkali tidak hanya mengandung kadar alkohol yang tinggi tetapi juga sendok-sendok gula yang tersembunyi di balik rasa manisnya.

Berbagai jenis gula (fruktosa, sukrosa, glukosa) seringkali dicampurkan dalam minuman ini, sehingga pengendalian diri menjadi sangat penting.

Inilah yang bisa terjadi jika Anda berlebihan:

1. Berat Badan Bertambah

Alkohol sudah tinggi kalori, dan gula hanya menambah beban kalori. Misalnya, koktail buah seperti Mai Tai bisa mencapai sekitar 300 kalori dalam satu gelas. 

Jika dikonsumsi secara rutin, kalori tambahan ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, terutama karena kalori dari alkohol tidak membuat Anda kenyang seperti makanan.

2. Resiko Diabetes

Kandungan gula berlebih dari minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Seiring waktu, tubuh Anda mungkin mengalami resistensi insulin, artinya tubuh tidak dapat mengatur kadar gula darah dengan baik.

Minuman seperti sari buah manis atau koktail manis mungkin terlihat tidak berbahaya saat ini, tetapi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi secara berlebihan.

3. Kerusakan Hati

Hati Anda sudah bekerja keras untuk memecah alkohol, tetapi ketika dikombinasikan dengan banyak gula, beban kerja hati menjadi dua kali lipat. Kombinasi ini dapat memperburuk risiko penyakit hati berlemak, dimana lemak menumpuk di dalam hati dan mengganggu fungsinya. 

Minuman beralkohol yang manis seperti rum dicampur dengan cola adalah contoh klasik bagaimana gula ditambah alkohol dapat menjadi beban berat bagi hati Anda.

4. Kerusakan Gigi

Gula merupakan penyebab utama gigi berlubang dan masalah gusi, dan ketika dikombinasikan dengan alkohol, hal ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Minuman koktail yang mengandung sirup, soda, atau likör mungkin terasa menyegarkan, tetapi jika tidak hati-hati, minuman ini dapat membuat gigi Anda rentan terhadap kerusakan dan kerusakan gigi jangka panjang.

5. Gangguan Pencernaan

Minuman beralkohol yang manis juga dapat mengganggu kesehatan lambung dan saluran pencernaan. Minuman tersebut dapat menyebabkan kembung, peradangan saluran pencernaan, atau bahkan ketidakseimbangan pada bakteri sehat yang hidup di sistem pencernaan. 

Minuman seperti bir atau minuman manis berlebihan dapat membuat Anda merasa kenyang secara tidak nyaman dan lesu.

6. Resiko Jantung

Konsumsi gula berlebihan yang dikombinasikan dengan alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol, yang dapat membebani jantung Anda seiring waktu. Mengonsumsi minuman beralkohol manis secara teratur juga dapat memicu peradangan jangka panjang dalam tubuh, yang terkait dengan penyakit jantung.

7. Nagih

Terakhir, campuran gula dan alkohol dapat membuat Anda ingin minum lebih banyak dari yang Anda rencanakan. Baik gula maupun alkohol memicu sistem penghargaan otak, sehingga kombinasi keduanya dapat mendorong minum berlebihan atau membuatnya lebih sulit untuk berhenti setelah “hanya satu gelas.”

Minuman manis atau koktail berwarna-warni sering terjebak dalam perangkap ini. Selain itu, rasanya begitu lezat sehingga Anda bisa dengan mudah kehilangan jejak seberapa banyak yang telah Anda minum!

Alkohol Tanpa Gula atau Alkohol Berpemanis, Mana yang Anda Pilih? 

Mungkin hal ini dapat mempengaruhi seberapa cepat Anda merasakan efeknya, tetapi campuran tanpa gula sebenarnya dapat mempercepat Anda merasa mabuk. Pada akhirnya, kekuatan minuman beralkohol bergantung pada kandungan alkohol dan volumenya, bukan pada tingkat kemanisannya.  

Jika penasaran untuk menjelajahi berbagai jenis minuman beralkohol, mulai dari minuman keras hingga campuran, kunjungi minuman.com, dimana Anda akan menemukan berbagai pilihan minuman seperti gin, rum, whisky, vodka, likör, dan lainnya.  

Sebagai destinasi online terbesar di Indonesia untuk anggur dan minuman keras, Minuman.com menawarkan pilihan dengan lebih dari 1.000 opsi, mulai dari favorit global hingga merek premium yang sulit ditemukan, semua dengan harga kompetitif dan pengiriman gratis di minuman.com. 

Beroperasi 365 hari setahun, mereka memudahkan Anda untuk memesan kapan saja, di mana saja. Jadi, tunggu apa lagi? Nikmati campuran terbaik, baik manis maupun tanpa gula, dan pesan hanya di minuman.com!  

Shop Liqueur by:

Minuman.com is Indonesia's largest and best priced selection of wine and spirits. Operating 365 days a year, we deliver your orders anywhere and anytime.

You might also like to read

  1. Why Don Julio 1942 Ultima Reserva Is the World’s Most Wanted Tequila
  2. How to Drink Moutai Like a Pro: Etiquette and Tasting Guide for Beginners
  3. Inside China’s Liquid Gold: The Story of Kweichow Moutai
  4. 5 Occasions Made Better with Moët & Chandon
  5. Pop the Legend: How Moët & Chandon Became the World’s Celebration Champagne
  6. Cool-Climate Chardonnay Magic: Why Penfolds Bin 311 Redefines Elegance