What K-Dramas Get Right About Korean Drinking Culture

Jika Anda pernah menonton drama Korea, Anda mungkin pernah memperhatikan betapa seringnya makanan dan minuman muncul dalam adegan-adegan penting. 

Mulai dari rekan kerja yang menjalin keakraban sambil minum soju setelah jam kerja hingga percakapan emosional larut malam di restoran BBQ Korea, minum-minum digambarkan sebagai bagian penting dari budaya minum Korea.

Di Korea, minum bersama sering kali dikaitkan dengan persahabatan, rasa hormat, perayaan, dan bahkan hubungan di tempat kerja. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek budaya minum Korea, kapan tradisi minum ini biasanya terjadi, serta cara berpartisipasi dalam budaya minum Korea dengan sopan dan wajar.

Tradisi Umum dalam Budaya Minum Korea

Dalam banyak situasi, terutama saat minum bersama orang yang lebih tua atau rekan kerja, ada aturan etiket tertentu yang diharapkan diikuti. Beberapa tradisi ini mungkin tampak sangat formal pada awalnya, tetapi dianggap sebagai bagian penting dari menunjukkan kesopanan dalam masyarakat Korea. 

Berikut adalah beberapa tradisi paling umum yang ditemukan dalam budaya minum Korea:

1. Menerima Minuman dengan Dua Tangan 

Salah satu aturan paling terkenal dalam budaya minum Korea adalah menggunakan dua tangan saat menerima minuman dari orang yang lebih tua atau atasan. Biasanya, tangan kanan memegang gelas sementara tangan kiri menopang bagian bawah gelas atau pergelangan tangan. 

Pada saat yang sama, orang sering menundukkan kepala sedikit sebagai tanda hormat. Tradisi ini sangat penting dalam pertemuan formal, makan malam kerja, atau acara keluarga di mana hierarki usia menjadi hal yang penting. 

2. Memalingkan Wajah Saat Minum 

Saat minum alkohol di hadapan orang yang lebih tua, secara tradisional orang yang lebih muda akan sedikit memalingkan wajah saat meneguk minuman. Beberapa di antaranya juga menutup mulut atau gelas dengan tangan. 

Gerakan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kerendahan hati dan rasa hormat, terutama dalam situasi sosial formal. Meskipun generasi muda saat ini mungkin tidak lagi mengikuti aturan ini secara ketat, tradisi ini masih dikenal luas dan sering muncul dalam drama Korea. 

3. Meneguk Minuman Pertama Sekali Teguk  

Meneguk Minuman Pertama Sekali Teguk  - Minum Soju

 

Dalam banyak pertemuan di Korea, minuman pertama sering diharapkan untuk diteguk habis dalam sekali teguk. Tradisi ini membantu menciptakan suasana yang menyenangkan dan bersemangat sekaligus menunjukkan partisipasi dalam kelompok. 

Hal ini sangat umum terjadi selama makan malam perusahaan, perayaan, atau acara sosial bersama teman-teman. Namun, budaya minum modern kini semakin santai, dan banyak orang kini menghormati batas minum masing-masing. 

4. Menuangkan Minuman untuk Satu Sama Lain  

Menuangkan Minuman Soju untuk Satu Sama Lain

Tradisi penting lainnya dalam budaya minum Korea adalah menuangkan minuman untuk orang lain daripada menuangkan minuman sendiri terlebih dahulu. Setelah seseorang menghabiskan minumannya, mereka mungkin mengembalikan gelas kosongnya kepada orang yang awalnya menuangkannya, lalu membalas budi dengan menuangkan minuman lagi untuknya. 

Hal ini menciptakan pertukaran gelas dan botol yang berkelanjutan di sekitar meja, membantu semua orang merasa terhubung dan terlibat dalam pertemuan tersebut. 

5. Membangun Hubungan Melalui Minum-minum 

Membangun Hubungan Melalui Minum-minum Soju

Di Korea, minum-minum bersama sering dianggap sebagai cara untuk mempererat persahabatan, hubungan keluarga, dan ikatan kerja. Berbagi makanan dan minuman beralkohol menciptakan suasana yang lebih santai sehingga orang-orang merasa nyaman untuk berbicara secara terbuka. 

Inilah sebabnya mengapa drama Korea sering menampilkan adegan minum-minum — hal ini secara alami membantu para karakter menjadi lebih dekat, mengekspresikan emosi, atau menyelesaikan konflik.

Kapan Budaya Minum di Korea Paling Sering Ditemui?

Di Korea Selatan, minum-minum adalah aktivitas sosial yang sangat terkait dengan hubungan, komunikasi, dan kebersamaan. 

Berikut adalah beberapa situasi di mana budaya minum di Korea paling sering ditemui:

A. Pertemuan Setelah Jam Kerja 

Salah satu bagian terbesar dari budaya minum di Korea adalah makan malam perusahaan atau hoesik, di mana rekan kerja pergi bersama setelah jam kerja untuk makan dan minum. Pertemuan ini sangat umum dalam budaya kantor Korea karena dianggap sebagai cara untuk memperkuat kerja sama tim dan mempererat hubungan antara karyawan, manajer, dan rekan kerja. 

Selama makan malam ini, orang-orang biasanya berbagi makanan seperti BBQ Korea, ayam goreng, atau sup sambil minum soju atau bir bersama. Suasana sering kali menjadi lebih santai dibandingkan di tempat kerja, sehingga rekan kerja dapat berbicara dengan lebih terbuka dan nyaman. 

Dalam banyak drama Korea, adegan-adegan ini ditampilkan sebagai momen yang emosional, lucu, atau kacau karena merupakan bagian yang sangat khas dari kehidupan sosial Korea yang sesungguhnya. 

B. Perayaan dan Acara Khusus 

Minuman beralkohol juga sering dinikmati selama perayaan dan peristiwa penting dalam kehidupan di Korea. Ulang tahun, kenaikan pangkat, wisuda, pernikahan, dan pertemuan saat hari raya sering kali menyertakan minum-minum sebagai bagian dari perayaan. 

Berbagi minuman bersama dianggap sebagai cara yang menyenangkan dan bermakna untuk menikmati momen-momen bahagia bersama teman, keluarga, atau rekan kerja. Orang-orang biasanya bersulang, bersorak bersama, dan menikmati hidangan besar sambil minum. 

Dalam banyak kasus, pertemuan-pertemuan ini bisa berlanjut hingga larut malam karena fokus utamanya adalah menghabiskan waktu berkualitas bersama, bukan sekadar minum alkohol itu sendiri.

C. Kumpul-kumpul Akhir Pekan Bersama Teman

Selama akhir pekan, banyak orang Korea bertemu dengan teman-teman untuk sesi minum santai setelah seminggu yang sibuk di tempat kerja atau sekolah. Tempat-tempat populer termasuk restoran BBQ Korea, pub, ruang karaoke, dan warung makanan jalanan. 

Pertemuan-pertemuan ini biasanya lebih santai dan menyenangkan dibandingkan dengan makan malam kantor yang formal. Teman-teman sering minum sambil berbagi camilan, membicarakan kehidupan, bernyanyi karaoke, atau sekadar menikmati kehidupan malam bersama. Drama Korea sering menggambarkan adegan-adegan ini karena mewakili kehidupan sosial sehari-hari bagi banyak orang dewasa muda di Korea. 

D. Saat Mengalami Momen Emosional atau Penuh Tekanan 

Satu hal yang digambarkan dengan sangat akurat oleh drama Korea adalah bagaimana alkohol sering dikaitkan dengan percakapan emosional dan pelepas stres. Banyak orang di Korea berkumpul untuk minum-minum ketika mereka merasa kewalahan, patah hati, stres karena pekerjaan, atau kelelahan secara emosional. 

Minum bersama menciptakan suasana yang lebih nyaman sehingga orang-orang mungkin merasa lebih mudah mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak adegan dalam drama Korea yang menampilkan para tokoh yang membuka diri secara emosional sambil duduk di meja restoran dengan sebotol soju. 

Meskipun tidak semua orang minum untuk mengatasi stres, momen minum bersama ini masih sangat umum dalam budaya Korea. 

E. Pertemuan Mahasiswa dan Kampus 

Budaya minum juga sangat umum di kalangan mahasiswa di Korea. Mahasiswa sering menghadiri acara orientasi, kegiatan klub, makan malam kelompok, atau pertemuan santai yang melibatkan alkohol. 

Acara-acara ini membantu mahasiswa menjadi lebih dekat dan nyaman satu sama lain, terutama selama tahun pertama kuliah. 

Dulu, budaya minum di kalangan mahasiswa terkadang terasa intens karena tekanan sosial, tetapi generasi muda saat ini semakin sadar akan pentingnya menghormati batas pribadi dan minum secara bertanggung jawab. 

F. Pertemuan Keluarga dan Hari Libur 

Minuman beralkohol juga sering muncul saat makan bersama keluarga, hari libur tradisional, dan perayaan budaya. Selama acara seperti Chuseok atau Tahun Baru Imlek, keluarga berkumpul untuk makan bersama dan berbagi minuman seperti soju atau anggur beras tradisional. 

Dalam situasi ini, minum biasanya dipadukan dengan penghormatan kepada orang yang lebih tua, makanan tradisional, dan ikatan keluarga. Dibandingkan dengan minum di tempat hiburan malam, pertemuan minum bersama keluarga sering kali lebih tenang dan lebih formal, dengan penekanan yang lebih kuat pada etiket dan tradisi.

Jadikan Pengalaman Menonton K-Drama Anda Semakin Seru!

Banyak K-drama yang sebenarnya menggambarkan budaya minum Korea dengan cukup akurat. Mulai dari menuangkan minuman dengan kedua tangan hingga berbagi makanan dan soju bersama teman-teman, tradisi-tradisi ini mencerminkan pentingnya rasa hormat, ikatan persahabatan, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial Korea.

Ingin merasakan suasana minum khas Korea yang otentik di rumah? Memilih soju berkualitas tinggi dapat membuat perbedaan besar, baik saat Anda belajar cara minum soju yang benar bersama makanan Korea maupun sekadar menikmati malam santai bersama teman-teman. 

Rasa yang lembut, cita rasa asli, dan paduan yang tepat dapat membuat pengalaman minum Anda terasa jauh lebih menyenangkan dan original. 

Jika Anda mencari produk terpercaya dan cara mudah untuk membeli soju secara online, Anda dapat menjelajahi berbagai pilihan minuman beralkohol dan memesan favorit Anda hanya di minuman.com!

Shop Soju by:

Minuman.com is Indonesia's largest and best priced selection of wine and spirits. Operating 365 days a year, we deliver your orders anywhere and anytime.

You might also like to read

  1. Why Matcha Cocktails Are the Next Big Drink Trend
  2. Alcohol Tolerance Guide: Why Some People Handle Alcohol Better
  3. Is Cocktail Garnish Safe to Eat? Complete Guide for Beginners
  4. Impress Your Guests: How to Saber Champagne Easily
  5. 7 Classic British Cocktails Everyone Should Try
  6. Añejo vs Reposado: Which Tequila Is Worth Your Money?
  7. Soju Pairing: What's The Best Snack for Drinking Soju?