Japanese Whisky vs. American Whiskey Explained: Branded by Grain

Saat nongkrong bareng teman-teman dan melihat dua botol mewah di meja — satu bertuliskan Japanese Whisky, dan satunya lagi American Whiskey. Sekilas terlihat mirip, kan? Tapi begitu dicicip, rasanya benar-benar berbeda.

Siap cari tahu apa yang membuat masing-masing begitu spesial (dan mana yang mungkin jadi favorit baru)? Yuk, kita tuang segelas dan mulai bahas bersama!

Apa Itu Japanese Whisky?

Japanese whisky kini menjadi salah satu minuman beralkohol paling dihormati di dunia, terkenal akan keanggunan, presisi, dan keseimbangannya. Tapi tahukah Anda kalau minuman ini awalnya dibuat untuk meniru Scotch whisky?

Di awal abad ke-20, Masataka Taketsuru dan Shinjiro Torii mengubah sejarah minuman keras di Jepang. Taketsuru belajar cara membuat whisky di Skotlandia dan membawa pulang metode tradisionalnya. 

Sementara Torii, pendiri Suntory, memiliki visi untuk menciptakan whisky yang benar-benar berciri khas Jepang. Bersama-sama, mereka menjadi elemen lahirnya Japanese whisky modern.

Tidak seperti American whiskey yang banyak menggunakan jagung, Japanese whisky umumnya dibuat dari malt barley, kadang dicampur dengan biji-bijian lain. Proses distilasinya sangat teliti, sering dalam batch kecil, dan menggunakan berbagai jenis barel untuk proses aging.

Setiap botol mengutamakan harmoni antara manis dan smoky, kaya tapi tetap halus. Tidak heran banyak whisky Jepang kini dianggap sebagai koleksi berharga.

Apa Itu American Whiskey?

Saat mendengar American whiskey, kemungkinan besar Anda langsung ingat bourbon atau Tennessee whiskey. American whiskey terkenal dengan karakter rasanya yang bold, kaya, dan penuh kepercayaan diri.

American whiskey sudah ada sejak akhir abad ke-18 ketika para pendatang mulai menyuling biji-bijian lokal seperti jagung, rye, gandum, dan barley. Seiring waktu, setiap wilayah mengembangkan gaya khasnya sendiri.

Agar bisa disebut bourbon secara resmi, American whiskey harus:

  • Dibuat di Amerika Serikat
  • Mengandung minimal 51% jagung dalam mash bill
  • Didistilasi hingga tidak lebih dari 80% ABV
  • Di-aged dalam barrel oak baru yang dibakar bagian dalamnya

Persyaratan inilah yang memberi bourbon rasa khas karamel, vanila, dan manis-smoky.

Sementara rye whiskey memiliki cita rasa lebih pedas dan kering, serta Tennessee whiskey lebih halus dan manis berkat proses charcoal mellowing.

Perbedaan Japanese Whisky vs American Whiskey

Jadi, apa sih yang benar-benar membedakan Japanese whisky dan American whiskey? Keduanya sama-sama terbuat dari biji-bijian, melalui proses distilasi, di-age dalam barel, dan dicintai penikmatnya di seluruh dunia. Yuk kita bedah satu per satu:

1. Asal Usul dan Filosofi

Sejarah Japanese Whisky lahir dari rasa kagum terhadap Scotch whisky. Pada tahun 1920-an, Jepang ingin menciptakan minuman berkelas dunia. Karena itu, tokoh seperti Masataka Taketsuru pergi ke Skotlandia untuk belajar teknik penyulingan dan membawa ilmunya kembali ke Jepang. 

Namun, alih-alih sekadar meniru Scotch, para distiler Jepang menambahkan karakter khas mereka sendiri.

Sementara American Whiskey punya cerita yang jauh berbeda. Minuman ini lahir dari semangat petualang dan keberanian para pemukim awal di Amerika. Mereka memanfaatkan biji-bijian lokal untuk membuat minuman keras yang kuat dan berbodi penuh. Inilah yang kemudian berkembang menjadi bourbon, rye, dan Tennessee whiskey.

2. Bahan dan Jenis Biji-bijian

Meski konsep awalnya sama, jenis biji-bijian yang dipakai sangat memengaruhi rasa akhir.

Japanese Whisky umumnya dibuat dari malted barley, kadang dicampur sedikit jagung atau rye. Karena fokus mereka pada harmoni rasa, pemilihan biji-bijian sangat selektif dan dipadukan dengan sumber air yang sangat murni. Hasilnya adalah whisky yang lembut, bersih, dan terasa elegan.

American Whiskey harus menggunakan minimal 51% jagung, namun tergantung jenis whiskey masing-masing. Kandungan jagung yang tinggi memberikan rasa manis dan kaya secara alami, sementara rye membawa rasa pedas, dan gandum memberi sensasi lebih halus dan smooth.

3. Distilasi dan Fermentasi

Japanese Whisky biasanya didistilasi menggunakan pot still, yang bekerja dalam batch kecil sehingga kontrol rasa sangat presisi. Fermentasinya lebih lambat dan lembut dibandingkan American whiskey. 

Distiler Jepang juga senang bereksperimen dengan berbagai jenis ragi dan kondisi fermentasi untuk menciptakan karakter yang floral, fruity, dan lebih bervariasi.

American Whiskey lebih sering menggunakan column still, terutama untuk produksi skala besar. Metode ini lebih efisien dan menghasilkan whiskey dengan karakter lebih kuat dan berani. Proses fermentasinya pun biasanya lebih cepat, menciptakan rasa hangat, kaya, dan robust.

4. Proses Aging dan Penggunaan Barel

Barel memiliki peran besar dalam rasa akhir kedua jenis whisky, tetapi cara aging-nya berbeda.

Japanese Whisky di-age dalam berbagai jenis barel, termasuk American oak, sherry casks, hingga Mizunara oak. Ini adalah kayu langka asal Jepang yang terkenal memberi aroma unik. Iklim Jepang yang panas saat musim panas dan dingin di musim dingin membuat proses aging lebih cepat dan penyerapan rasa kayu lebih intens.

American Whiskey wajib, secara hukum, menggunakan barel oak Amerika yang baru dan dibakar bagian dalamnya. Inilah yang membuat bourbon dan Tennessee whiskey kaya akan rasa smoky-sweet seperti karamel, vanila, dan toasted oak. Proses charring juga memberi warna gelap dan rasa bold yang khas.

5. Rasa dan Profil Cita Rasa

Japanese Whisky memiliki karakter yang halus dan elegan. Anda akan menemukan sentuhan madu, buah, sedikit asap, dan rempah lembut. Teksturnya smooth, bersih, dan rasa berlapis-lapis. Setiap tegukan terasa tenang dan seimbang dan cocok dinikmati perlahan sambil merasakan bagaimana rasa-rasa itu muncul satu per satu.

American Whiskey lebih bold, manis, dan berbodi penuh. Biasanya memiliki rasa vanila, karamel, oak, kayu manis, dan kadang sentuhan pedas atau smoky. Ini jenis whiskey yang memberi sensasi hangat seperti sedang duduk di dekat api unggun saat malam yang dingin.

Rekomendasi whiskey terbaik dari Minuman.com:

6. Cara Menikmati

Setiap whisky punya budaya minum yang unik.

Di Jepang, whisky sering dinikmati sebagai campuran whisky, soda, dan es. Minuman ini ringan, segar, dan cocok untuk semua suasana. Namun, para penikmat sejati juga menyukai whisky Jepang dinikmati langsung atau on the rocks (dengan es batu) untuk merasakan karakter lembutnya.

Rekomendasi Japanese whisky terbaik di Minuman.com:

Di Amerika, whiskey sama serbagunanya. Nikmat diminum neat, tapi juga luar biasa dalam koktail klasik seperti Old Fashioned, Whiskey Sour, atau Manhattan. Cita rasanya yang kuat menjadikannya cocok untuk dicampur tanpa kehilangan karakter.

Siap Jelajahi Dunia Whiskey?

Pada akhirnya, apakah Anda suka whisky Jepang yang lembut dan sophisticated, atau whiskey Amerika yang berkarakter kuat dan keduanya wajib Anda coba. Dan Anda tak perlu bepergian jauh untuk mendapatkan Japanese whisky berkualitas. Cukup kunjungi minuman.com.

Toko ini menyediakan pilihan produk yang sangat luas, dari brand populer pemenang penghargaan hingga koleksi langka edisi terbatas untuk para kolektor sejati.

Selama beberapa tahun terakhir, Minuman.com terus berkembang pesat berkat pengalaman belanja yang menyenangkan serta pelayanan profesional dan terpercaya. Jadi, yuk beli whiskey berkualitas tinggi di Minuman.com!

Shop Whisky by:

Minuman.com is Indonesia's largest and best priced selection of wine and spirits. Operating 365 days a year, we deliver your orders anywhere and anytime.

You might also like to read